![]() |
JINPOKER.COM - AGEN POKER dan DOMINO ONLINE TERPERCAYA |
![]() |
Bandar Ceme Online Terpercaya |
Di tengah keprihatinan itu, sebuah respons aneh dilakukan. Bukan membuat pelatihan manajemen keuangan, peningkatan keterampilan, atau pula pemberian pinjaman. Namun dengan "sekolah kematian".
Agen Poker Online Terpercaya
Sekolah kematian ingin memberikan "pengalaman kematian" kepada para siswa. Tujuannya, dengan mengetahui bagaimana rasanya meninggal dunia, para murid yang depresi atau tertekan hidupnya tak bunuh diri dan menghargai hidup mereka. Dalam program itu, para murid diminta untuk membuat wasiat terakhir. Mereka kemudian dimasukkan ke dalam peti mati. Dikunci, dan kemudian pura-pura hendak dikuburkan.
![]() |
Agen Domino Online Terpercaya |
Banyak orang yang menganggap hal ini sangat aneh, namun program ini menjadi lahan bisnis baru. Pusat terapi di Seoul Hyowon Healing Center, yang berada di ibukota negara itu.
Di pusat terapi, para murid diminta duduk diantara peti mati, mereka memegang pulpen dan kertas. Di hadapan mereka tersedia meja mungil. Mereka mendengarkan petuah dari kepala pusat terapi itu, Jeong Yong-mum.
Yong-mum mengatakan bahwa permasalahan itu merupakan bagian dari hidup. Sehingga harus menerima masalah itu dan mencoba mencari kesenangan di tengah kesulitan hidup itu. Masalah harus diselesaikan, bukan ditinggal lari, atau bahkan ditinggal mati.
0 komentar:
Posting Komentar